-->

Pengetahuan Tentang Lensa Standar yang Wajib Diketahui!

   Lensa Standar


   Lensa sebagai perangkat yang mendukung mempunyai macam-macam jenisnya. Lensa memiliki dua aspek penting yaitu focal length dan maximum aperture. Prinsip kerja lensa adalah menangkap dan meneruskan pandangan dan kemudian memfokuskan suatu obyek sehingga nanti dapat diproses oleh kamera tersebut. Badan lensa kamera mempunyai beberapa keping lensa yang dikemas dalam sebuah tabung.

   Lensa standar memiliki jumlah keping lensa lebih sedikit daripada lensa zoom atau lensa tele. Bentuk lensa standar ini biasanya lebih pendek dari lensa-lensa yang lain. Dalam setiap pembelian kamera SLR, biasanya sudah disediakan lensa standar (kit). Beberapa tipe kamera SLR juga mengharuskan kita untuk membeli lensa sendiri (body only).

   
Salah satu jenis lensa standar adalah dengan lensa dengan jarak tetap atau Fixed Focal, misalnya 50 mm. Semakin tinggi angka atau Focal Length-nya, maka bidang obyek yang tertangkap kamera (Field Of View) akan semakin sempit/terbatas. 

Misalnya pada lensa 24 mm kita bisa menangkap gambar semua keluarga yang berpose, maka 70 mm kita hanya bisa menangkap beberapa orang, dan mungkin banyak bagian tubuh yang tidak terikut. Atau kita dapat menjauhkan kamera agar bidang gambar yang ditangkap semakin luas. 

Lensa dengan zoom pendek seperti 18-55 mm juga dapat disebut sebagai lensa standar, tergantung pada jenis kamera tersebut. Jadi pengertian lensa standar disini selain merunjuk pada rentang jarak normal, juga mengacu pada lensa bawaan kamera itu. 

Jika jaman dahulu lensa bawaan adalah lensa standar tanpa memiliki zoom, kamera sekarang mempunyai lensa bawaan yang ditambahkan dengan zoom dan sedikit lebih canggih daripada zaman dahulu. Secara umum, lensa-lensa kamera SLR mempunyai bagian dan panel-panel yang sama. 

Pada bagian badan lensa kamera terdapat beberapa fungsi penting seperti:


   Pengatur Fokus

  Pengatur fokus lensa biasanya berupa gelang yang mempunyai angka-angka pada tabung lensa yang berfungsi untuk mengatur fokus suatu obyek. Dari angka-angka yang ada, kita dapat mengetahui jarak obyek ke kamera. Angka-angka ini biasanya dituliskan dengan satuan meter dan feet. 

Saat kita belum siap untuk menekan tombol rana, kita harus memutar-mutar gelang yang ada pada badan lensa untuk mengatur fokusnya obyek tersebut. Dengan kita memutar-mutar gelang tersebut akan merubah kedudukan salah satu keping lensa, sehingga menjadi lebih dekat atau jauh dengan lensa.

  Lensa konvensional mengharuskan kita untuk memutar gelang fokus tersebut secara manual. Namun, lensa standar modern memberikan pilihan berupa pengaturan fokus otomatis (AF/ Auto Fokus) menggunakan motor penggerak. Fokus otomatis berguna bagi pemakai kamera yang mempunyai masalah penglihatan seperti mata minus. Untuk menjaga keakuratan, lensa harus dikalibrasi.


   Gelang Diafragma

  Pada badan lensa terdapat gelang untuk mengatur diafragma. Gelang diafragma bertugas untuk menggerakkan keping-keping diafragma agar cahaya yang masuk terkontrol. 

Ibaratkan dengan jendela, diafragma memberikan cahaya ke suatu obyek yang akan kita tangkap. Semakin besar bukaan tersebut, maka cahaya yang akan masuk juga lebih banyak. Diafragma dapat disebut juga dengan tingkat penghalang cahaya.

Pada bagian gelang diafragma ini terdapat angka-angka untuk mengatur bukaannya. Angka-angka tersebut dinyatakan dengan satuan f. Semakin sedikit angka, maka diafragma akan semakin besar bukaannya. 

Sebuah lensa yang bagus memiliki angka diafragma dengan rentang lebih luas. Sebagai contoh, lensa yang mempunyai diafragma 1.4 sampai 3.2, lebih  baik daripada yang hanya diafragma 3.3 sampai 5.6.


   Motor Penggerak Fokus

  Pada era digital, lensa kamera juga mendapat pembaruan berupa motor penggerak fokus. Motor ini berfungsi untuk memutarkan gelang fokus sehingga kita hanya mengontrolnya melalui tombol rana yang kita tekan dengan separuh saja. 

Beberapa lensa juga ditambahkan motor penggerak fokus ini pada body lensa, namun ada juga yang ditanamkan pada body kamera. Dengan adanya motor penggerak fokus ini, fokus yang semula manual berubah menjadi fokus auto. 

Kelemahannya kita harus mengkalibrasi juga fokus tersebut gagal. Meskipun terdapat auto fokus, namun pengaturan untuk fokus  manual tetap disediakan.


   Image Stabilizer dan Ultrasonic Motor

  Kedua fungsi ini adalah fungsi tambahan untuk lensa-lensa digital modern. Image Stabilizer berguna untuk meredam suatu getaran dari tangan saat beroperasi, terutama pada saat speed rendah. Image Stabilizer ini menghasilkan sebuah foto yang sangat minim guncangan sehingga dapat mempertajam hasilnya. 

Ultrasonic Motor berfungsi mendongkrak kecepatan motor dalam memfokuskan suatu obyek. Selain itu, lensa USM mempunyai suara yang  minim berisik/lebih sunyi pada saat dioperasikannya. 

Produk lensa lain dengan merk berbeda juga turut mengadopsi kedua jenis fungsi tersebut dengan nama tersendiri.

Sekian itu saja mengenai artikel pengetahuan tentang lensa standar. Semoga dari penjelasan diatas bermanfaat untuk kalian semua. Dan bisa menambah wawasan tentang lensa standar.

0 Response to "Pengetahuan Tentang Lensa Standar yang Wajib Diketahui!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel